Semua orang bekerja dan berusaha, pastinya untuk mencapai suatu level kenyamanan yang diinginkan, benar? Tapi sayang nya, ketika zona nyaman yang diinginkan itu tercapai, mereka stuck di situ, terlalu merasa nyaman, sampai tidak menyadari kalau sebenarnya, dia berhak dan bisa merasakan zona nyaman yang lebih besar lagi.
Ketika zona nyaman itu sudah dirasakan, biasanya kita jadi merasa tidak perlu untuk belajar lagi, tidak perlu untuk mencari tahu lebih banyak lagi, padahal… siapa tau kan sebenarnya diri kita bisa menjadi yang lebih baik dengan mau belajar lagi ?
Berada di zona nyaman yg sama terlalu lama bikin kita jadi tidak bisa bereaksi positif jika terjadi perubahan, dan juga bisa bikin kita jadi tidak bersemangat, merasa bosan, jenuh, karena tidak ada tantangan. Kalau udah gini, gampang bad mood, efek jeleknya merembet kemana2 deh tuh.
Saya tidak pernah menyesali saat saya memaksa diri untuk keluar dari zona nyaman (comfort zone) saya. Yaitu untuk mulai keluar rumah dan memberikan training offline ?
Dengan berat hati, dengan sedikit terpaksa, saya mulai memberikan training offline. Awalnya memang rasanya tidak comfortable banget, melakukan sesuatu yg baru, yg sebenernya tidak saya inginkan, saya hanya ingin, untuk menjadi lebih baik lagi, baik bagi saya, keluarga, maupun orang lain.
Tapi ternyata, yang awalnya saya tidak mengejar apa2, dengan keluar dari zona nyaman saya saya bisa merasakan kepuasan dan bahagia yang lebih banyak lagi.
Saya jadi merasa hidup saya lebih berharga, itu yang terpenting kan?
Secara tidak langsung, rasa senang itu memberikan efek positif ke mana2… ke orang sekitar saya, ke jaringan saya.
Saya mau melakukan perubahan, saya berani keluar dari zona nyaman, untuk mengejar impian saya. Bagaimana dengan anda?
Terima kasih yang tak terhingga kepada manajemen Oriflame, kepada partner tercinta Nadia Meutia dan juga mbak Meuthia Rizki. Peluk cium untuk d’BCN terutama jaringan KBDS yang luar biasa.











